GO-JEK Punya Decacorn, Akhirnya OVO Diupgrade Ke Unicorn Class

  Masih ingat dengan startup Indonesia yang menjadi unicorn di awal tahun 2019? Ya, itulah empat startup dalam negeri yang semakin berbasis teknologi, terdiri dari GO-JEK, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak.

Hal itu diketahui dari data yang dirilis CB Insight Real-Time Unicorn Tracker, mulai tahun ini. Saat itu, nilai bisnis dari keempat startup Tanah Air tersebut adalah sebagai berikut:

  1. GO-JEK: Nilai bisnisnya US$5 miliar
  2. Tokopedia: Nilai bisnisnya US$7 miliar
  3. Traveloka: Nilai bisnisnya US$2 miliar
  4. Bukalapak: Nilai bisnisnya US$ 1 miliar

Seperti yang Anda ketahui, untuk menjadi perusahaan unicorn ada syaratnya. Startup yang merupakan unicorn memiliki nilai bisnis lebih dari US$ 1 miliar.

Keempat startup Indonesia itu masuk dalam ‘The Global Unicorn Club’ yang saat itu memiliki setidaknya 325 startup unicorn di dunia per 19 Februari 2019, dengan total nilai US$ 1074 miliar.

Secara mata uang, nilai total unicorn global yang masuk dalam daftar tersebut mencapai sekitar Rp15,2 kuadriliun (atau Rp15,231,46 triliun). Ini bukan nilai yang kecil tentunya.

Anda Bingung Mencari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Perhatikan solusinya!

GO-JEK Menjadi 'Decacorn'

Masih dari penelusuran Cermati.com pada data CB Insight, selain Indonesia ada tambahan peserta baru di kategori unicorn, juga ada startup decacorn yang tentunya sebelumnya bergelar unicorn.

Kedua startup tersebut adalah OVO dan GO-JEK. Kini, GO-JEK yang merupakan perusahaan jasa (on-demand) yang dipimpin oleh Nadiem Makarim, Kevin Aluwi, dan Michaelangelo Moran, telah bangkit menjadi perusahaan rintisan decacorn.

Status baru yang disandang GO-JEK ini didapat tak lama setelah bergabung dengan jajaran 'The Global Unicorn Club' awal tahun ini. GO-JEK mampu menumbuhkan nilai bisnisnya sekitar US$ 10 miliar.

Jika ditukar, nilai bisnis GO-JEK setara dengan Rp141,8 triliun dengan kurs pada 9 September 2019 di level Rp14.182 per dolar AS.

Decacorn merupakan startup dengan nilai bisnis lebih dari US$ 10 miliar. Sebelum mencapai nilai tersebut, statusnya masih masuk dalam kategori unicorn.

Ovo Pendatang Baru di 'The Global Unicorn Club'

Ilustrasi grup startup global

Bagaimana dengan OVOnya? Ya, OVO yang merupakan perusahaan berbasis financial technology (fintech/financial technology), sudah masuk dalam daftar unicorn startup.

Hal ini ditunjukkan oleh data CB Insight Real-Time Unicorn Tracker yang merilis bahwa OVO telah memenuhi syarat sebagai startup unicorn group.

Pendiri dompet digital berbendera PT Visionet Internasional milik Grup Lippo, OVO yang merupakan pendatang baru ‘The Global Unicorn Club’ ini mengantongi nilai bisnis US$2,9 miliar.

Nilai bisnis OVO jika dikonversikan ke dalam mata uang elang setara dengan Rp41,1 triliun dengan kurs pada 9 September 2019 sebesar Rp14.182 per dolar AS.

OVO dikenal sebagai aplikasi alat pembayaran atau transaksi elektronik yang diluncurkan pada Maret 2017.

Aplikasi dompet digital di Indonesia terdiri dari OVO, Go-Pay, DANA, LinkAja, Jenius, ShopeePay, Sakuku, i.saku, dan lainnya.

Dengan semakin praktisnya bertransaksi di era digital ini, tidak heran jika dompet digital telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

Siapa Kandidat 'Startup Unicorn' Selanjutnya?

Dengan masuknya OVO ke dalam daftar Global Unicorn Clubs berdasarkan CB Insight, OVO menjadi startup unicorn kelima dari Indonesia setelah Tokopedia, GO-JEK, Traveloka, dan Bukalapak.

Lalu, siapa saja calon startup yang akan naik kelas lagi?

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan akan ada unicorn baru dari Indonesia sebelum akhir tahun ini. Dia memberi sinyal bahwa unicorn baru akan datang dari sektor pendidikan.

“Logikanya, 20 persen anggaran pemerintah untuk pendidikan, 5 persen untuk kesehatan. Jadi, benar-benar tidak ada unicorn dari sektor itu?” kata Rudiantara yang dikutip dari KompasTekno kepada kantor berita Antara.

Ini adalah Level Kategori di 'Startup'

Seperti halnya ranking, dalam dunia bisnis startup dikelompokkan menjadi beberapa kategori berdasarkan valuasi atau nilai bisnisnya. Semakin besar nilai bisnis, semakin tinggi "kasta".

Level kategori berikut ada di startup:

  1. Unicorn adalah kategori bisnis start-up dengan nilai bisnis lebih dari US$ 1 miliar
  2. Decacorn adalah kategori bisnis start-up dengan nilai bisnis lebih dari US$ 10 miliar
  3. Hectacorn merupakan grup bisnis start-up dengan total nilai bisnis lebih dari US$100 miliar
  4. Akankah startup baru Indonesia yang mulai bermunculan ini terus bergerak dan merangkak ke level unicorn?

Itu semua tergantung pada kinerja dan inovasi yang ditawarkan untuk kebutuhan kebanyakan orang, pada akhirnya banyak investor yang mencari untuk menyuntikkan modal ke dalam startup.


Belum ada Komentar untuk "GO-JEK Punya Decacorn, Akhirnya OVO Diupgrade Ke Unicorn Class"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel