Investasi Komoditas: Pengertian, Laba Rugi, dan Bagaimana

  Investasi komoditas bisa menjadi pilihan saat ini. Prospek investasi komoditas ke depan masih sangat menjanjikan, seperti minyak mentah, batu bara, emas, hingga pertanian berupa karet, kelapa sawit, kertas, dan lain-lain.

Anda dapat memperoleh keuntungan dengan berinvestasi pada komoditas. Pasalnya, harga komoditas saat ini sedang naik, bahkan diprediksi akan tinggi hingga tahun depan. Artinya, masih ada kesempatan cuan.


Anda Bingung Mencari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Perhatikan solusinya!

Pengertian Investasi Komoditas

Investasi komoditas adalah kegiatan menanam modal pada produk atau barang pokok yang dapat diperjualbelikan atau dapat ditukar dengan barang lain yang memiliki nilai yang sesuai.

Investasi komoditas sebenarnya sudah berlangsung lama. Jauh sebelum ada investasi di saham dan obligasi. Komoditas bisnis menjadi sarana investasi yang populer dan menguntungkan.

Beberapa komoditas tradisional, antara lain karet, kakao, emas, daging sapi, minyak bumi, dan gas alam. Namun ada komoditas yang diperdagangkan di bursa berjangka, yaitu produk keuangan, seperti mata uang asing (valas/valas) dan indeks.

Cara Berinvestasi dalam Komoditas

Pilihan investasi di pasar komoditas dapat dilakukan dengan beberapa cara:

1. Investasi komoditas langsung

Investasi komoditas langsung adalah investasi fisik. Biasanya untuk investasi komoditi langsung membutuhkan modal yang besar.

Misalnya Anda memiliki tambang batu bara. Kemudian melakukan penjualan atau ekspor dalam dan luar negeri.

2. Investasi komoditas tidak langsung

Cara berinvestasi komoditas secara tidak langsung adalah dengan membeli saham di perusahaan komoditas, atau membeli reksa dana saham yang dananya ditempatkan pada saham berbasis komoditas.

Contohnya membeli saham emiten batu bara, seperti ADRO, PTBA, ITMG, INDY, atau perusahaan yang bergerak di sektor komoditas. Modal untuk membeli saham tidak perlu sampai jutaan rupiah.

Membeli saham ADRO misalnya. Harga saham PT Adaro Energy Tbk adalah Rp 1.695 per lembar. Hanya butuh modal Rp 169.500 untuk membeli banyak saham emiten tersebut.

Keuntungan dan Kerugian Investasi Komoditas

Apapun bentuknya, langsung atau tidak langsung, berikut kelebihan dan kekurangan investasi komoditas:

Keuntungan

Melindungi dari dampak inflasi. Biasanya permintaan komoditas cenderung tinggi jika inflasi meningkat, sehingga mendorong harga komoditas naik. Bahkan jika dolar AS melemah, harga komoditas akan naik

Harga komoditas fluktuatif, tahun lalu murah, tahun ini melonjak sehingga investor bisa memaksimalkan keuntungan. Misalnya, beli saham emiten saat harga komoditas turun, dan jual saat harga tinggi.

Kerugian

Fluktuasi komoditas lebih tinggi dibandingkan jenis investasi lainnya. Investor komoditas berjangka harus lebih berhati-hati karena pasti ada spekulasi yang akan berdampak pada kinerja kontrak. Jadi investor perlu mengelola sendiri risiko ini.

Ada risiko geopolitik yang harus dihadapi investor, terutama jika investasi komoditas langsung berorientasi ekspor. Sebab, ini menyangkut antar negara dengan aturan yang sangat ketat.

Jenis Investasi Komoditas

1. Investasi komoditas pertanian

Penanaman modal pada komoditas pertanian adalah kegiatan penanaman modal pada hasil perkebunan, tanaman pangan, budidaya dan tangkapan perikanan, peternakan, tanaman hortikultura, sayuran dan buah-buahan, serta kehutanan.

Investasi komoditas perkebunan, berupa kelapa sawit, tebu, teh, cengkeh, karet, tembakau, coklat, kopi, dan lain-lain. Komoditas tanaman pangan, seperti padi, jagung, umbi-umbian, dan kacang-kacangan.

Komoditas perikanan budidaya, seperti lobster, udang, rumput laut, dan lain-lain. Sedangkan investasi pada komoditas sayuran dan buah-buahan, antara lain bawang merah, cabai, jeruk, manggis, pisang, dan sebagainya.

2. Investasi komoditas pertambangan

Investasi komoditas pertambangan adalah kegiatan menanam modal pada barang atau produk yang dikeruk dari bumi dan memiliki nilai jual yang tinggi.

Hasil kegiatan pertambangan baik eksplorasi maupun eksploitasi berupa logam dan energi. Produk pertambangan logam meliputi logam mulia dan logam industri.

Logam mulia, termasuk emas, perak, platinum, dan paladium. Sedangkan logam industri yaitu nikel, tembaga, bauksit, mangan, besi, aluminium, dan lain-lain.

Jika Anda ingin berinvestasi emas sebagai instrumen teraman dan bebas dari risiko inflasi, Anda harus memperhatikan faktor penyebab naik turunnya harga emas.

Biasanya jika dolar AS melemah, harga emas akan naik dan sebaliknya. Permintaan dan penawaran juga mempengaruhi harga emas. Permintaan meningkat, harga emas meroket.

Bagaimana Berinvestasi dalam Emas

Cara paling populer untuk berinvestasi emas adalah dengan membeli emas fisik, baik emas batangan, emas perhiasan, maupun logam mulia. Namun cara tradisional ini membutuhkan ruang penyimpanan, seperti brankas atau tempat aman lainnya.

Saat ini, investasi emas online masih ada. Lebih mudah dan murah dengan modal kurang dari Rp 10 ribu. Simpan emas di platform investasi emas online Pegadaian dan Antam, serta melalui situs belanja online.

3. Investasi komoditas energi

Investasi komoditas energi adalah kegiatan menanam modal pada barang atau produk energi, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Namun perlu diingat, harga komoditas tambang ini sangat fluktuatif.

Harga minyak mentah, misalnya, dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan. Semakin tinggi permintaan, semakin tinggi harganya. Sebaliknya, ketika permintaan menurun, penawaran tetap, terjadi penurunan harga.

Contohnya adalah lonjakan permintaan batu bara dari China dan India akibat krisis energi. Akibatnya, harga batu bara terdongkrak dan berdampak positif bagi Indonesia sebagai pengekspor batu bara terbesar.

Kondisi geopolitik suatu negara juga berpengaruh besar terhadap harga minyak mentah. Ketegangan semacam itu di negara-negara Timur Tengah sebagai produsen minyak bumi terbesar dunia.

Bagaimana Berinvestasi dalam Minyak Mentah

Berinvestasi pada komoditas minyak mentah secara langsung tidak semudah berinvestasi pada komoditas lain. Anda tidak bisa hanya membeli satu barel minyak.

Satu barel sama dengan sekitar 159 liter minyak mentah. Harga minyak mentah saat ini sekitar USD 80 per barel atau Rp 1,12 juta (kurs Rp 14.000 per USD).

Jika membeli 100 barel minyak, berarti dana yang harus dikeluarkan untuk investasi komoditas ini sekitar Rp 112 juta. Belum lagi biaya-biaya lain, seperti perizinan, pajak, dan lain sebagainya.

Paling mudah dengan membeli saham perusahaan minyak, atau membeli reksa dana di sektor energi. Lebih murah dan risikonya juga lebih rendah.

Ikuti Strategi Investasi Komoditas Ini Jika Anda Ingin Luber Cuan

Ingat nasehat Lo Kheng Hong, investor Indonesia berjuluk Warren Buffett, untuk berinvestasi di saham sektor komoditas. Oleh karena itu, keuntungan berinvestasi saham di sektor lain tidak sebesar komoditas.

Ia menyarankan agar investor membeli saham dari sektor komoditas saat harga komoditas sedang turun, karena tentu saja harga saham murah, lalu menabung.

Begitu harga komoditas naik, diikuti dengan kenaikan harga saham, bisa langsung dijual. Investasi komoditas akan membawa Anda menuju kesuksesan ketika menggunakan strategi yang tepat.

Belum ada Komentar untuk "Investasi Komoditas: Pengertian, Laba Rugi, dan Bagaimana"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel