Grosir,Definisi dan Jenis

 Pedagang grosir atau disebut juga grosir adalah pedagang yang membeli produk dalam jumlah banyak dan mendapatkan harga yang lebih murah dari produsen yang kemudian menjualnya kembali ke perusahaan retail atau pengecer. Pedagang grosir di pasar bertindak sebagai perantara antara pedagang eceran dan produsen.



Pengecer ini kemudian akan menjual kembali barang yang telah dibeli melalui grosir ke konsumen akhir dengan jumlah satuan. Untuk lebih memahami apa itu grosir, simak penjelasannya berikut ini.

1. Definisi Grosir

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Pedagang grosir / gro · pak / n pedagang yang menjual barang dalam jumlah banyak.

Otoritas Jasa Keuangan

Pedagang yang membeli barang dalam jumlah banyak dan menjualnya ke pedagang atau pengecer lain, tidak langsung ke konsumen (pedagang besar).

Wikipedia

Grosir atau mendistribusikan didefinisikan sebagai penjualan barang atau barang dagangan kepada pengecer, pengguna bisnis industri, komersial, institusional atau profesional, atau kepada grosir lain dan layanan terkait. Secara umum, itu berarti penjualan barang kepada siapa pun selain konsumen biasa.

Irma Nilasari dan Sri Wilujeng

Menurut kedua ahli tersebut, pedagang besar adalah perantara pedagang yang jalin kegiatan perdagangannya dalam jumlah banyak dan tidak dapat melayani penjualan kepada konsumen tingkat akhir. Kegiatan yang dilakukan oleh pedagang grosir adalah membeli barang untuk dijual kembali kepada pedagang lain.

Basu Swasta

Grosir adalah unit usaha yang melakukan pembelian dan penjualan kembali barang atas nama pengecer kepada pedagang lain atau atas nama pengguna industri, pengguna institusional, dan juga pengguna komersial yang tidak melakukan penjualan dengan volume yang sama kepada konsumen tingkat akhir.

2. Jenis grosir

1. Berdasarkan Bidang Usaha

Jenis-jenis grosir dapat dikelompokkan berdasarkan wilayah usahanya.

  1. Grosir lokal
  2. Pedagang grosir daerah
  3. Pedagang grosir nasional (grosir nasional)

2. Berdasarkan Jenis Barang Yang Diperdagangkan

Pedagang grosir juga dibedakan berdasarkan jenis barang yang diperdagangkan, antara lain

  1. Grosir spesialis
  2. Grosir garis umum

3. Berdasarkan Bidang Kegiatan

  1. Layanan grosir (grosir penuh)
  2. Kolektor Seluruh (Grosir Kolektor)
  3. Grosir fungsi terbatas (grosir terbatas)
  4. Pedagang grosir truk / Tukang truk / Tukang gerobak (truk grosir)
  5. Grosir pembawa uang tunai (grosir tunai)
  6. Drop pengiriman grosir/Dropshipper (pengiriman grosir)
  7. Grosir pesanan melalui pos
  8. Grosir pabrik (grosir pabrik)

3. Bagaimana pedagang grosir mendapat untung

Bisnis grosir mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual ke pengecer dengan harga beli dari produsen. Harga yang diperoleh pedagang grosir lebih murah karena mendapat potongan harga dari pembelian barang dalam jumlah banyak.

Pedagang grosir kemudian akan menjual barang tersebut kepada pengecer dengan harga yang lebih tinggi dari harga yang dikeluarkan untuk membeli barang dari produsen. Namun, harga yang ditawarkan oleh pedagang grosir masih lebih rendah dari pedagang eceran di pasar.

4. Perbedaan antara grosir dan eceran

Berikut perbedaan antara grosir dan eceran adalah sebagai berikut.

  1. Pedagang grosir membeli dan menjual barang dalam jumlah banyak dan mendapatkan harga yang lebih murah dari produsen, sedangkan pengecer menjual barang dalam jumlah kecil atau satuan.
  2. Harga jual perantara grosir akan lebih rendah dari harga eceran.
  3. Ukuran bisnis grosir lebih luas dari bisnis ritel
  4. Modal untuk melakukan usaha grosir lebih besar daripada modal usaha eceran.
  5. Bisnis grosir tidak bisa memilih barang karena dibeli dalam jumlah banyak, sedangkan bisnis retail bisa memilih barang dengan bebas.
  6. Pedagang grosir akan berhubungan langsung dengan produsen dan pemilik usaha eceran, sedangkan usaha eceran berhubungan langsung antara konsumen dan pedagang besar.
  7. Bisnis grosir tidak membutuhkan iklan untuk memasarkan barang, sedangkan bisnis ritel membutuhkan iklan untuk menarik konsumen.
  8. Lokasi dalam bisnis grosir tidak menjadi masalah, sedangkan bisnis ritel sangat penting dan harus dipertimbangkan secara strategis.
  9. Tampilan toko pada bisnis grosir tidak wajib, sedangkan bisnis retail harus memperhatikan tampilan toko agar dapat menarik perhatian.

Dari penulisan di atas dapat disimpulkan bahwa pedagang grosir adalah perantara antara produsen dan pengecer di pasar, dimana pedagang grosir tidak memerlukan iklan untuk memasarkan produknya ke pedagang eceran. Dalam bisnis grosir barang diperjualbelikan dalam jumlah banyak dan mendapatkan harga yang lebih murah karena barang tersebut dibeli langsung oleh produsennya.

Berbeda dengan retail, grosir membutuhkan modal yang lebih banyak karena barang yang dibeli oleh grosir dalam jumlah banyak dibandingkan dengan bisnis retail. Selain itu, lokasi dan tampilan toko bukanlah hal yang harus diperhatikan untuk menarik perhatian para pelaku bisnis ritel.


Belum ada Komentar untuk "Grosir,Definisi dan Jenis"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel